Manajemen Resiko Teknologi Informasi
A. Manajemen Resiko
Teknologi Informasi
Resiko adalah suatu umpan balik negatif
yang timbul dari suatu kegiatan dengan tingkat probabilitas berbeda untuk
setiap kegiatan. Pada dasarnya resiko dari suatu kegiatan tidak dapat
dihilangkan akan tetapi dapat diperkecil dampaknya terhadap hasil suatu
kegiatan. Proses menganalisa serta memperkirakan timbulnya suatu resiko dalam
suatu kegiatan disebut sebagai manajemen resiko.
Manajemen
risiko adalah proses yang bertujuan untuk membantu organisasi memahami, menilai
dan mengambil tindakan pada semua risiko dengan maksud untuk meningkatkan
kemungkinan keberhasilan dan mengurangi kemungkinan kegagalan.
Manajemen
resiko teknologi informasi adalah penerapan dari prinsip-prinisip manajemen
risiko terhadap perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi dengan tujuan
untuk dapat mengelola risiko-risiko yang berhubungan dengan perusahaan
tersebut. Risiko-risiko yang dikelola meliputi kepemilikan, operasional,
keterkaitan, dampak, dan penggunaan dari teknologi informasi pada sebuah
perusahaan.
B.
Faktor Resiko
Terdiri dari 4 klasifikasi:
1.
Catastrophic (Bencana),
Biasanya penyebab yang terjadi adalah adanya kesalahan dalam secara keseluruhan
proses manajemen teknologi informasi yang benar atau tidak mengikuti aturan.
2. Critical
(Kritis),
pada level risiko ini penyebabnya adalah kelalaian proses yang kurang teliti
dan kurangnya luas pandangan dalam memanajemen teknologi informasi.
3. Marginal
(Kecil),
Di level ini biasanya kesalahan yang terjadi hanya sedikit proses yang masih
belum sesuai dengan proses aturan manajemen teknologi informasi.
4. Negligible
(Dapat diabaikan),
dan yang terakhir bisa saja risiko yang akan ditanggung tidak terlalu
berpengaruh dalam memanajemen teknologi sistem informasi jadi dapat diabaikan
juga tidak apa apa.
C.
Bentuk Ancaman
- Ancaman
Teknologi Informasi secara umum:
- Kegagalan perangkat keras dan perangkat lunak
seperti kehilangan daya atau kerusakan data - Malware:
perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mengganggu pengoperasian komputer - Virus:
kode komputer yang dapat menggandakan dirinya sendiri dan menyebar dari satu komputer ke komputer lainnya, seringkali mengganggu operasi komputer - Spam, scam, dan phising:
email yang tidak diminta yang berupaya menipu orang agar mengungkapkan detail pribadi atau membeli barang palsu - Kesalahan manusia:
pemrosesan data yang salah, pembuangan data yang ceroboh, atau pembukaan lampiran email yang terinfeksi secara tidak sengaja.
- Ancaman
kriminal TI
Ancaman ini merupakan ancaman kriminal bersifat khusus atau tertarget terhadap sistem dan data TI meliputi: - Peretas: orang yang
secara ilegal membobol sistem komputer
- Penipuan: menggunakan
komputer untuk mengubah data untuk keuntungan ilegal
- Pencurian kata sandi: sering kali menjadi sasaran peretas jahat
- Denial-of-service: serangan online yang
mencegah akses situs web untuk pengguna resmi
- Pelanggaran keamanan: termasuk pembobolan
fisik serta gangguan online
- Ketidakjujuran staf: pencurian data atau informasi sensitif, seperti detail
pelanggan.
- Bencana alam dan
sistem IT
Bencana alam seperti kebakaran, topan, dan banjir juga menimbulkan risiko pada sistem, data, dan infrastruktur TI. Kerusakan gedung dan perangkat keras komputer dapat mengakibatkan kehilangan atau korupsi pencatatan / transaksi pelanggan.
D.
Proses Pengelolaan Manajemen Resiko
Teknologi Informasi
●
Mengidentifikasi Resiko
Perusahaan
mengungkap, mengenali dan menggambarkan resiko yang mungkin mempengaruhi
proyek.
● Menganalisis Resiko
Ketika
resiko sudah di – identifikasi, perusahaan menentukan kemungkinan dan
konsekuensi dari setiap resiko yang ada. Perusahaan lalu mengembangkan sebuah
pemahaman tentang sifat resiko dan potensi untuk mempengaruhi tujuan dan
sasaran proyek .
● Mengevaluasi Resiko
Perusahaan
mengevaluasi resiko dengan menentukan besarnya resiko, yang merupakan kombinasi
dari kemungkinan dan konsekuensi. Lalu Perusahaan membuat keputusan apakah
resiko itu diterima atau tidak.
● Memantau dan Mempertimbangkan Resiko
Ini
adalah tahap dimana perusahaan memantau setiap resiko yang ada untuk menghindari resiko yang lebih besar.
- Fungsi dari
Manajemen Resiko Teknologi Informasi
Fungsi Manajemen Resiko IT
1. Memberikan panduan untuk membantu
para eksekutif dan manajemen mengajukan pertanyaan kunci, membuat lebih baik,
keputusan risiko-disesuaikan lebih banyak informasi dan membimbing perusahaan
mereka sehingga risiko dikelola secara efektif
2. Membantu menghemat waktu, biaya dan
tenaga dengan alat untuk mengatasi risiko bisnis
3. Mengintegrasikan manajemen TI
terkait risiko bisnis menjadi manajemen risiko perusahaan secara keseluruhan
4. Membantu kepemimpinan memahami
risiko perusahaan dan toleransi risiko
5. Memberikan panduan praktis didorong
oleh kebutuhan kepemimpinan perusahaan di seluruh dunia
- Mengurangi
Resiko Teknologi Informasi
1. Membuat Langkah-langkah praktis untuk
meningkatkan keamanan TI
Untuk meningkatkan keamanan dari Teknologi Informasi,
diperlukannya tindakan preventif dan persuasif:
●
mengamankan komputer, server dan jaringan
nirkabel
●
menggunakan perlindungan anti-virus dan
anti-spyware, dan firewall
●
perbarui perangkat lunak ke versi terbaru
secara rutin
●
menggunakan cadangan data yang mencakup
penyimpanan di luar situs atau jarak jauh
●
amankan kata sandi Anda
●
melatih staf dalam kebijakan dan prosedur TI
●
memahami kewajiban hukum untuk bisnis online.
2. Menciptakan keberadaan online yang aman
Jika bisnis Anda hadir secara online,
Anda harus menilai keamanan situs web, akun email, akun perbankan online
, dan profil media sosial Anda
.
Misalnya, teknologi lapisan soket aman (SSL) digunakan untuk
mengenkripsi data transaksi dan untuk mengirim detail pelanggan dan kartu ke
bank penerima untuk otorisasi. Anda harus memastikan solusi hosting web apa pun
yang Anda anggap mampu mendukung protokol SSL.
3. Induksi dan pelatihan TI untuk staf
Pelatihan staf baru dan yang sudah ada tentang kebijakan,
prosedur, dan kode etik TI Anda merupakan komponen penting dari strategi
manajemen risiko TI. Pelatihan dapat mencakup proses dan kebijakan bisnis
utama, seperti:
●
penanganan email yang terinfeksi dengan aman
●
melindungi privasi detail pelanggan
●
tindakan prioritas jika terjadi pelanggaran
keamanan online.
Sebagai majikan Anda memiliki kewajiban hukum saat melatih staf
. Memberikan dukungan dan pelatihan bagi karyawan baru merupakan aspek penting
dari pelatihan staf. Baca lebih lanjut tentang induksi staf
dan pelatihan staf
.
4. Asuransi bisnis
Tidak memungkinkan bagi setiap bisnis dapat melakukan pencegahan
atau menghindari semua risiko dan ancaman TI. Hal ini menjadikan asuransi
bisnis sebagai bagian penting dari manajemen risiko TI dan perencanaan
pemulihan. Anda harus secara teratur meninjau dan memperbarui asuransi Anda,
terutama sehubungan dengan risiko TI baru atau yang muncul, seperti
meningkatnya penggunaan perangkat seluler pribadi untuk aktivitas di tempat
kerja.
- Menanggapi Resiko dari Insiden Teknologi Informasi
Cara menanggapi atau menghadapi
suatu resiko dari Insiden Teknologi Informasi dengan cara membuat rencana
manajemen resiko Teknologi, rencana tersebut mencakupi:
1. Rencana tanggap insiden TI
Rencana respons
insiden TI mengidentifikasi risiko TI utama dan langkah-langkah yang perlu Anda
ambil untuk mengurangi efek atau kerusakan. Mereka mungkin termasuk rincian
staf kunci yang perlu diberitahukan, tindakan prioritas, rencana komunikasi,
daftar kontak dan log peristiwa untuk merekam tindakan yang diambil.
2. Rencana tanggap darurat
Insiden TI mungkin
disebabkan oleh krisis yang lebih luas, seperti ledakan, kebakaran hutan, atau
banjir. Dalam situasi darurat apa pun, keselamatan staf dan anggota masyarakat
adalah prioritas utama Anda. Rencana tanggap insiden TI harus terintegrasi
dengan dan mendukung rencana tanggap darurat.
3. Rencana pemulihan insiden TI
Rencana pemulihan akan
membantu Anda merespons secara efektif jika insiden atau krisis TI mempengaruhi
bisnis Anda. Rencana pemulihan dapat mempersingkat waktu pemulihan dan
meminimalkan kerugian, dan harus mencakup:
● strategi untuk
memulihkan aktivitas bisnis Anda dalam waktu secepat mungkin
● deskripsi sumber daya
utama, peralatan, dan staf yang diperlukan untuk memulihkan operasi Anda
●
tujuan waktu pemulihan Anda.
Kesimpulan :
Dalam kehidupan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata “Resiko”. Resiko merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi. Untuk membantu menghadapi risiko-risiko utama yang dapat mengganggu pencapaian sasaran organisasi terciptalah manajemen resiko. Manajemen risiko sendiri merupakan proses yang bertujuan untuk membantu organisasi memahami, menilai dan mengambil tindakan pada semua risiko dengan maksud untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan dan mengurangi kemungkinan kegagalan.
Manajemen resiko
teknologi informasi merupakan penerapan dari prinsip-prinisip manajemen risiko
terhadap perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi dengan tujuan untuk
dapat mengelola risiko-risiko yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. ada 4 cara pengelolaan manajemen
resiko yaitu: Mengidentifikasi Resiko, Menganalisis Resiko, Mengevaluasi Resiko
dan Memantau serta Mempertimbangkan Resiko.sehari-hari kita sering mendengar kata “Resiko”. Resiko
merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi.
Untuk membantu menghadapi risiko-risiko utama yang dapat mengganggu pencapaian
sasaran organisasi terciptalah manajemen resiko. Manajemen risiko sendiri merupakan proses yang bertujuan
untuk membantu organisasi memahami, menilai dan mengambil tindakan pada semua
risiko dengan maksud untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan dan mengurangi
kemungkinan kegagalan.
Manajemen resiko
teknologi informasi merupakan penerapan dari prinsip-prinisip manajemen risiko
terhadap perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi dengan tujuan untuk
dapat mengelola risiko-risiko yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. ada 4 cara pengelolaan manajemen
resiko yaitu: Mengidentifikasi Resiko, Menganalisis Resiko, Mengevaluasi Resiko
dan Memantau serta Mempertimbangkan Resiko.
Comments
Post a Comment